Tokoh Yang Lahir Di Purwakarta, Soelaiman Effendi


Soelaiman effendi dilahirkan di daeah Tarum, Purwakarta pada 8 september 1903. Ia anak ketiga dari Raden Sutadilaga. Ayahnya bekerja dalam pemerintahan Hindia Belanda sebagai pangreh praja dengan pangkat wedana. Pendidikan yang diampu oleh Soelaiman effendi adalah menekakan bidang kerohanian yang ada di lingkungan keluarganya untuk kemudian meningkat ke pembinaan kecerdasan.

Dalam tahu 1909 Soelaiman effendi dimasukkan ke dalam sekolah yang ada di Bogor. Setelah tama sekolah Soelaiman Effendi dimasukkan kembali ke dlaam sekolah hukum di daerah jakarta. Ia menamatkan pelajarannya dengan memperoleh sebutan ahli hukum pribumi pada tahun 1919. Dengan bekal imu yang diperole soelaiman effendi pada pemerintahan hindia belanda.

Sebagai hakim anak negeri ia belum merasa puas dengan ilmu yang dimilikinya. Ia bercita-cita untuk melanjutkan ke sekolah hukum tinggi di negeri belanda. Universitas Leiden dipandang dapat memenuhi cita-citanya ini. Soelaiman Effendi berusaha keras mempersiapkan dirinya. Ia belajar sendiri dalam mendalamai ilmu hukum yang menarik perhatiannya adalah hukum adat.

Dalam masa kependudukan Jepang soelaiman effendi dipercaya menjabat sebagai ketua pengadilan tertinggi di jakarta. Di dalam masa revolusi pemerintahan Republik Indonesia. Ia bertugas untuk mmebentuk Mahkamah Agung sebagai lembaga hukum tertinggi negara. Soelaiman effendi bertindak tegas sesuai dengan mekanisme kerja yang mewujudkan tugas-tugas pemeriksaan perkara dalam sidang pengadilan, tetapi dalam menjatuhkan vonis soelaiman effendi seakan-ekan menjadi guru damai yang penuh rasa kemanusiaan.

Pada 19 juli 1946 Koesomah atmadja diangkat menjadi ketua Mahkamah Agung tentara luar biasa dalam rangka pengadilan peristiwa 3 juli 1946 di yogyakarta, ia menjatuhkan vonis kepada RP Sudarsono dan Mr Moh Yamin. Dalam hubungan ini Koesomah Atmadja berkomentar terhadap kehadiran Jenderal Soedirman sebagai saksi peristiwa tersebut, pangima besar itu dinyatakan sebagai warga negara yang patuh pada hukum negara.

Kosoemah atmadja juga turut mencerdaskan kehidupan bangsa yang erat hubungannya dengan pertumbuhan perguruan tinggi setelah Indonesia merdeka, beliau mulai memberikan kuliah dan mejadi guru besar Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada sejak akhir tahun 1947.


EmoticonEmoticon